Monday, June 28, 2010

Tim Panzer Melibas Inggris 4-1

Menonton laga antara Jerman dengan Inggris tadi malam, saya jadi teringat sejarah yang sering saya baca tentang kedigdayaan pasukan Jerman pada Perang Dunia 2 (1939-1945). Pada waktu itu mesin perang Nazi yang bernama Tank Tiger jauh mengungguli tank-tank sekutu (Inggris, AS, dan Uni Soviet) sampai-sampai muncul ungkapan yang populer di kalangan tentara sekutu, "Untuk menghancurkan 1 tank Tiger, harus ada 5-7 tank yang mengepungnya dari segala arah, dan hanya 1-2 tank yang bisa kita harapkan selamat." Dengan keunggulan mesin perangnya, ditambah dengan militansi dan semangat pasukan Jerman 2nd smiley, tidak heran jika hampir seluruh Eropa dan Afrika jatuh ke tangan Jerman saat itu.

Halah, kok jadi bicara sejarah? Cuman prolog kok, meski sedikit terlalu banyak. Ujung-ujungnya menggambarkan semangat juang, rasa percaya diri, dan kerjasama yang bisa dilihat jelas dari gaya permainan Tim Panzer tadi malam. Dengan blitzkrieg-nya, the Panzers yang dipenuhi oleh pemain muda yang bisa dibilang masih minim pengalaman akhirnya sanggup menekuk musuh bebuyutan mereka yang kenyang pengalaman, tim Inggris, dengan skor telak 4-1. :clap: revision Dengan kemenangan di Free State Stadium, Mangaung/Bloemfontein tersebut, tim Jerman berhak maju ke-per delapan final FIFA World Cup™.

Goal pertama Jerman tercipta setelah Klose berhasil memanfaatkan tendangan kiper Manuel Neuer yang melambung jauh ke depan. Klose mampu melewati John Terry dan Upson hingga kemudian menyarangkan goal dengan kaki kanannya.

Tim Inggris hanya mampu menciptakan sedikit peluang goal, itupun hanya lewat tendangan jarak jauh Gareth Barry yang meluncur tepat ke arah Neuer, kiper Jerman. Tim Jerman bahkan hampir menambah skornya pada menit ke-30 ketika Sami Khedira dan Muller menunjukkan kerja-sama yang bagus yang diteruskan oleh Klose dengan tendangan tepat ke arah James. Die Nationalelf (timnas Jerman) berhasil mencetak goal kedua setelah pada menit ke-37, setelah Muller memberikan umpan cantik kepada Podolski yang sama sekali tidak dijaga pemain Inggris. Peluang tersebut mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Podolski melalui tendangan kaki kirinya pada menit.

Inggris membalas pada menit ke 37. Lampard memberikan umpan pojok yang pendek kepada Gerrard. Gerrard melanjutkannya dengan umpan lambung ke dalam kotak penalti yang disambut oleh sundulan kepala Upson. Adegan yang cukup kontroversial terjadi tepat 60 detik kemudian. Lampard sebenarnya mampu menyamakan kedudukan setelah melancarkan tembakan dari sudut kotak penalti yang menghantam gawang dan terpantul ke bawah. Tayangan ulang menunjukkan bahwa bola jatuh di belakang garis, dan seharusnya dinyatakan sebagai goal, akan tetapi wasit yang memimpin pertandingan menyatakan sebaliknya dan skor tetap tidak berubah.Cry emote

Pada babak kedua, Inggris mengawali dengan serangan-serangan yang cukup berbahaya. Salah satunya adalah ketika Gerard melancarkan tembakan dengan kaki kanannya. Tapi sayang tembakan tersebut masih terlalu melebar. Gawang Jerman benar-benar terguncang ketika tendangan bebas Lampard dari jarak 30 yards (+/- 27m) menghantam sisi atas gawang. Sekalipundemikian, Inggris masih tidak mampu menyamakan kedudukan.YahooTongue Sebaliknya, tim Jerman malah memperlebar keunggulan pada menit ke 67 melalui sebuah serangan balik yang sangat cepat, setelah tendangan bebas Lampard menghantam barisan pertahanan pemain Jerman. Tim Inggris yang sebagian besar masih menyerang pada saat itu tidak memiliki waktu lagi untuk membendung Schweinsteiger yang dengan cepat menerobos dan memberi umpan cantik kepada Muller, yang mampu memanfaatkannya dengan baik dan mencetak goal ketiga Jerman.

Goal ke-empat Jerman di menit ke-70 kurang lebih sama dengan goal ketiga mereka. Tim Inggris yang sedang berusaha keras mengejar ketinggalan mereka sebagian besar ada dalam posisi menyerang ketika tim Jerman menguasai bola dan dengan cepat mengumpankannya kepada Ozil di sayap kiri. Kecepatan pemain tengah itu tidak bisa ditandingi Barry. Di dekat gawang, Ozil dengan cerdiknya memberikan bola kepada Muller yang berada cukup dekat dari gawang dan dengan leluasa menyarangkan goal ke-empat mereka ke gawang Inggris. Inggris tetap tidak mau menyerah dan hampir saja memperkecil ketinggalan mereka lewat tendangan Gerrard yang mampu di tepis dengan baik oleh Neuer. Sekalipun kekalahan ini adalah kekalahan terbesar tim Inggris dalam sejarah piala dunia FIFA, kita tetap harus mengakui kegigihan dan semangat pantang menyerah mereka.Yahoo Bang Head Emoticon

Tentang kemenangan mereka, Miroslav Klose berkata bahwa semua tercapai dengan semangat dan kerja-sama tim yang solid. Pujian khusus diberikan sang pelatih kepada Muller, yang meski masih berusia 20 tahun, tapi telah menunjukkan bakat luar biasa. Muller sekarang menduduki posisi top scorer dengan 3 goal dan 3 assist. Low, sang pelatih, menambahkan bahwa timnya harus tetap waspada. "Entah Argentina atau Mexico, lawan kami berikutnya akan jauh lebih tangguh, jadi jangan dulu berpikir bahwa kami adalah tim favorit."

Secara keseluruhan, setelah naik turunnya performa mereka, Tim Panzer sekarang memang telah menunjukkan nama besar mereka di dunia sepak bola. Semangat juang dan kerja-sama mereka sudah tidak diragukan lagi. Pertanyaan yang muncul sekarang adalah sanggupkah mereka mempertahankan performa puncak ini saat berlaga melawan Argentina tanggal 3 Juli nanti?

Sumber: fifa.com

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment