Sunday, July 11, 2010

Wisata Pantai Bentar - Rekreasi Murah Meriah

Saya agak terkejut ketika anak saya yang kedua tiba-tiba meminta pergi ke Pantai Bentar Sabtu pagi kemarin. Dalam pemikiran saya, Pantai Bentar selama ini identik dengan pantai yang gersang dan panas, kira-kira 5 km ke arah timur dari pusat kota Probolinggo, tanpa ada apa-apa untuk dilihat selain laut Jawa di sebelah utara, serta bukit Bentar di sebelah selatan. Bahkan pada tahun 1980-an, pantai Bentar terkenal keangkerannya sebagai tempat pembuangan mayat yang ditembak oleh para "Petrus" (penembak misterius) pada waktu itu. Karena itu, dengan sedikit terpaksa saya turuti permintaan anak-anak.

Memasuki pintu gerbang lokasi dan belok kiri menuju area parkir, saya menjadi tambah terkejut lagi dengan apa yang saya temui. :surprised: Pantai Bentar sudah banyak berbenah. (Mungkin banyak warga Probolinggo yang sudah tahu ya?Huge Grin) Entah sudah berapa tahun yang lalu terakhir kali saya mengunjungi pantai Bentar dan yang saya lihat sekarang bukan lagi tempat yang gersang dan panas. Di sana-sini sudah banyak terdapat pepohonan (walau saya rasa masih kurang banyak), dan yang paling mengejutkan adalah tersedianya berbagai wahana rekreasi bagi anak-anak, mulai dari kereta wisata, sepeda air, perahu wisata, kolam renang, playground (taman bermain), hingga tempat untuk pentas seni serta outbound. Wah, salut bagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo (lepas dari polemik yang sempat muncul sewaktu pembangunannya) yang sudah mampu mengelola pantai Bentar menjadi tempat rekreasi yang cukup mengasyikkan.:clap:

Setelah melalui loket masuk dengan tiket seharga Rp. 3,000.- per orang (murah, kan?Grin revamp), anak-anak langsung menyeret kami ke lokasi kereta api wisata. Saat itulah saya mengetahui bahwa kamera yang saya bawa tidak berisi baterai sama sekali. Baterai yang sedang saya charge tertinggal di rumah. Akhirnya, setelah bertanya ke sana kemari di stan-stan penjual di sekitar lokasi dan hanya menemukan baterai ABC biasa, saya terpaksa harus balik ke pasar Dringu yang berjarak kira-kira 2km untuk membeli baterai Alkaline yang saya cari. :sigh: (Semoga dalam waktu dekat, akan ada toko atau stan yang menyediakan barang-barang kebutuhan pengunjung dengan lebih lengkap)
Sekembalinya di lokasi, saya mendapatkan istri dan kedua anak saya sedang asyik menaiki sepeda air. Saya tertawa melihat wajah tegang Alya, anak saya yang masih berumur 3,5 tahun, yang sempat menangis ketakutan saat berada di tengah kolam. Cry emotePetugas yang saya ajak ngobrol mengatakan bahwa kolam itu hanya sedalam 1 meter (saat air laut tidak pasang) dan terhubung dengan laut melalui saluran kecil.
Puas dengan sepeda air, sekarang giliran kereta wisata yang berdekatan lokasinya. Dengan tiket yang juga Rp. 3,000.-per anak (lagi-lagi, murah kan?Grin revamp), pengunjung dibawa menyusuri jalur kereta mengelilingi kolam sepeda air yang berbatasan dengan laut Jawa. Kereta itu (termasuk jalurnya) adalah kereta pengangkut tebu (lorry) yang sudah dimodifikasi dan dihias sedemikian rupa sehingga menjadi kereta wisata yang sangat menyenangkan bagi anak-anak.Usai naik kereta, Aldo, anak saya yang berumur 7,5 tahun, mengajak saya bermain bola yang memang sudah dibawanya dari rumah. Tidak demikian dengan si Alya. Dia tidak mau ikut bermain bola dan lebih tertarik mengajak istri saya menemaninya bermain di taman bermain. (Wah, saya baru menyadari bahwa naluri perempuan yang tidak menyukai olah-raga ternyata sudah 'aktif' sejak usia dini.Oh Noes) Lapangan tempat kami bermain bola sebenarnya sangat ideal sebagai lokasi outbound. Hanya saja jumlah pohon rindang yang masih belum mencukupi, ditambah fasilitas outbound yang minim harus diperhatikan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo sebagai pengelola.
Sekarang giliran urusan perut. Di lokasi banyak terdapat stan penjual bakso, rujak manis, kelapa muda, dan makanan/minuman lainnya. Bisa dibayangkan segarnya minum es kelapa muda langsung dari kelapanya di siang hari yang cukup panas.:yummy: Mohon maaf, hanya ada gambarnya.

Sebelum pulang, saya menyempatkan diri melihat dari dekat satwa-satwa liar yang ada di sana, di antaranya rusa, burung merak (Peacock), dan ular python. Saya sangat terkesan dengan burung merak biru atau nama lainnya adalah merak India (Pavo cristatus), yang semuanya berjumlah kira-kira 4 ekor. Saat itu, si merak jantan tengah menarik perhatian betinanya dengan mengembangkan ekornya. :omg: rvmp Betul-betul indah sekali.

Itulah sekilas tentang Pantai Bentar, pantai yang dulu terkesan angker, panas, dan gersang, namun sekarang telah berbenah diri dan bersolek sedemikian rupa sehingga masyarakat tidak lagi meragukan potensinya sebagai wahana wisata keluarga. Secara obyektif, Pantai Bentar tidak kalah jika dibandingkan dengan Pasir Putih di Situbondo. Bahkan, jika anda sedang mengadakan perjalanan ke Bali, pantai Bentar bisa menjadi tempat istirahat yang sangat ideal di tengah perjalanan.A Green Sleep

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment