Wednesday, July 27, 2011

Dzikir Pagi Dalam Hadits Shahih

zikir di masjid waktu subuhDari Anas bin Malik: Rasulullah bersabda, "Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat shubuh sampai terbit matahari lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang budak dari anak Isma'il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat ashar sampai terbenam matahari lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang budak." (H.R. Abu Dawud no. 3667)

Alangkah mulianya lisan yang menyebut asma Allah, hati yang mengingat Allah, dan jemari yang menghitung bilangan zikir kepada Allah, sebelum kita tenggelam dalam hiruk-pikuk rutinitas duniawi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Al-Quran, Allah telah memerintahkan kita untuk banyak berdzikir kepadaNya terutama ketika pagi dan petang.
Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (Al-Ahzab:41-42)

Lalu, bagaimana zikir yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW di pagi hari setelah shalat shubuh hingga terbit matahari? Setelah selesai berzikir sehabis shalat subuh, lanjutkanlah dengan:
  1. Ayatul Kursiy (QS Al-Baqarah:255) 1x, QS. Al-Ikhlash 3x, Al-Falaq 3x, An-Naas 3x.
  2. Ashbahnaa wa ‘asbahaal mulku lillaahi, walhamdulillaahi, laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa ‘alaa kulli syay’iin qadiir. Rabbi, ‘as’aluka khayra maa fii haadzal yaumi, wa khayra maa ba’dahu, wa ‘a’uudzubika min syarri maa fii haadzal yaumi, wa syarri maa ba’dahu. Rabbi, a’uudzubika minal kasali, wa suu’il kibari, Rabbi, a’uudzubika min adzaabin fiil naar, wa adzaabin fiil qabri. 1x ~ (Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Allah, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepadamu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepadaMu dari siksa di neraka dan siksa di kubur.)
  3. Allaahumma bika ‘ashbahnaa, wa bika ‘amsaynaa, wa bika nahyaa, wa bika namuutu, wa ‘ilaikal nutsuuru. 1x ~ (Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendakMu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendakMu kami mati. Dan kepadaMu kami dibangkitkan.)
  4. Allaahumma anta rabbi, la ilaaha illa anta khalaqtani, wa anna 'abduka wa ana 'ala 'ahdika, wa wa'dika mastatho'tu, a'uudzubika min syarri ma shona'tu abu-u laka bi ni'matika 'alayya, wa abuu-u bi dhzanbii faghfirli, fa-innahu layaghfiru dzunuuba illa anta.1x ~ (Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau Yang telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba-Mu. Aku selalu berada di atas janji-Mu selama aku mampu. Aku berlindung pada-Mu dari kejahatan yang telah kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau berikan padaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Karena itu, ampunilah aku, karena tidak akan ada yang mengampuni dosa-dosaku selain Engkau.)
  5. Allaahumma ‘afinii fii badanii, allaahumma ‘afinii fii sam’ii, allaahumma afinii fii basharii, laa ilaaha ilaa anta, allaahumma ‘innii ‘a’uudzubika minal kufri wal fakri, wa a’uudzubika min adzaabil qabri, laa ilaaha illaa anta. 3x ~ (Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada illah selain Engkau. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, tidak ada ilah kecuali Engkau.)
  6. Allaahumma innii as’alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fiiddunya wal akhirati. Allaahumma innii as’alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii, wa dunyaaya, wa ahlii, wa maalii. Allaahummastur ‘auraatii, waa min rau’aatii. Allaahummah fadlnii mim bayni yadayya, wa min khalfii, wa ‘an yamiinii, wa ‘an syimaalii, wa min faukii, wa ‘a’uudzu bi’adhamatika an ughtala mintahtii. 1x ~ (Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu maaf dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon pada-Mu maaf dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah, tutuplah auratku dan aibku dan tentramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, jagalah diriku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku, dan aku berlindung padaMu dengan kebesaranMu agar aku tidak disambar dari bawahku.)
  7. Allaahumma ‘aalimal ghaibi wal syahaadati, faathirassamaawaati wal ‘ardhi, rabba kulli syay’iin wa maliikahu, asyhadu alla ilaaha illa anta, a’uudzu bika min syarri nafsii, wa min syarril syaithaani wa syirkihi, wa an aqtari fa ‘alaa nafsii suu’an, au ajurrahu ilaa muslimiin. 1x ~ (Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan Yang Merajainya, aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang patut disembah) selain Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, kejahatan syaitan dan ajakannya untuk menyekutukanMu, dan (aku berlindung kepadaMu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang Muslim kepadanya.)
  8. Bismillahilladzii laa yadhuru ma ‘asmihi syai’un fil ardhi walaa fis samaa’i wa huwwassamii’ul-aliim. 3x ~ (Dengan menyebut Nama Allah, yang dengan namaNya tidak ada sesuatupun yang dapat membahayakan, baik di bumi maupun di langit. Dialah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.)
  9. Radhiitu billaahi rabba, wa bil islaami diinna, wa bi Muhammadin nabiiya. 3x ~ (Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai nabiku.)
  10. Yaa hayyu yaa qayyuumu, birahmatika astaghiitsu, ashlih lii sya’nii kullahu, wa laa takilnii ilaa nafsii dhar fata’ainii. 1x ~ (Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Maha berdiri sendiri, dengan rahmatMu aku memohon pertolongan, perbaikilah segala keadaan dan urusanku, dan jangan Engkau serahkan kepadaku (tanpa pertolonganMu) meski sekejap mata sekalipun.)
  11. Ashbahnaa ‘alaa fithratil islaami, wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin sallallahu alahi wassalam, wa ‘alaa millati abiinaa Ibraahiima haniifan muslimaan, wa maa kaana minal musyrikiin. 1x ~ (Di waktu pagi kami berada di fitrah Islam, kalimat ikhlash (syahadat), agama Nabi kami Muhammad SAW, agama Ayah kami Ibrahim, yang ada di jalan lurus, Muslim, dan tidak tergolong kaum musyrik.)
  12. Laa ilaaha illallaahu, wahdahu laa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. 1x/10x/100x (pagi atau sore) ~ (Tidak ada ilah selain Allah YME, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.)
  13. Subhanallaahi wabihamdihi, adada khalqihi, wa ridhaa nafsihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midaada kalimatihi. 3x/10x ~ (Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak bilangan makhlukNya, Maha Suci Allah sesuai keridhaan-Nya, Maha Suci Allah seberat timbangan arsy-Nya, Maha Suci Allah sebanyak tinta yang menulis kalimat-Nya.)
  14. Allaahumma innii as-aluka ilman naafi’an, wa rizqan thayyiban, wa amalan mutaqabbalan. 1x ~ (Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima.)
  15. Subhaanallaahi wabihamdihi. 100x ~ (Maha Suci Allah, aku memujiNya.)
  16. Astaghfirullaah, wa atuubu ilayhi. 100x ~ (Aku memohon ampunan kepada Allah, dan aku bertobat padaNya.)
Itulah lafadz-lafadz zikir yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW menurut hadits hadits yang shahih. Untuk lafadz dzikir di petang hari, bisa dilihat di Dzikir Petang Dalam Hadits Shahih. Semoga kita dapat mengamalkannya, karena hal itu juga berarti kita ikut serta melestarikan sunnah-sunnah Rasulullah SAW sebagai bukti cinta kita kepadanya. Salaamun alaika yaa Rasulallah.

Updated: Dec 8th, 2013.
(Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 2005. Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardlu Menurut Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih. Bogor. Pustaka Imam Asy-Syafi'i)

Related Articles:

0 comments:

Post a Comment