Tuesday, May 7, 2013

Tips dan Strategi Mengerjakan TOEFL Listening Section

Pada umumnya, peserta ujian TOEFL berpendapat bahwa Listening section dalam TOEFL sangat sulit, karena percakapan dan pembicaraan tidak dapat diulangi. Peserta TOEFL diharuskan mampu memahami serta merekam informasi yang dibutuhkan hanya setelah satu kali mendengarkan. Tidak ada pengulangan, dan peserta juga tidak bisa mencatat informasi yang didengar. Karena itulah, Listening section dalam TOEFL cukup membuat calon peserta TOEFL khawatir dengan kemampuan mereka.

Bagaimana jika materi Listening section tidak dapat terdengar dengan baik dan jelas?

Dalam Computer-Based TOEFL (CBT), setiap peserta mendapatkan headset untuk mendengarkan percakapan dan pembicaraan dalam Listening section. Sebelum tes dimulai, peserta TOEFL memiliki kesempatan untuk menyesuaikan volume headset masing-masing. Sesuaikan volume pada saat yang dianjurkan. Jika menunggu hingga tes dimulai, peserta TOEFL tidak akan dapat menyesuaikan volume lagi.

Sedangkan, dalam Paper-Based TOEFL, supervisor atau pengawas ujian bertanggung-jawab dalam memastikan apakah materi Listening section bisa terdengar dengan baik dan jelas oleh seluruh peserta TOEFL. Jika peserta TOEFL tidak dapat mendengarkan materi Listening section dengan baik, dia boleh mengangkat tangan dan meminta pengawas ujian menyesuaikan dan mengatur volume suara.

Strategi Belajar sebagai Persiapan Menghadapi TOEFL Listening section

Dengan cukup tingginya tingkat kesulitan TOEFL Listening section, peserta TOEFL harus bisa mempersiapkan diri dengan baik. Berlatih, dan terus berlatih secara teratur, sistematis, dan terarah adalah kunci menuju sukses TOEFL. Calon peserta TOEFL harus memiliki strategi yang tepat dalam melakukan latihan TOEFL Listening section.

Berikut ini, Mister Guru akan berbagi strategi berlatih Listening section agar peserta TOEFL bisa mendapatkan hasil yang baik.

  1. Jangan mencatat atau menghentikan rekaman
    Saat berlatih Listening section, jangan mencatat informasi apapun dan jangan menghentikan rekaman sebelum latihan berakhir. Hal ini penting sebagai latihan atau pembiasaan untuk menjaga konsentrasi terhadap soal-soal Listening section. Setelah latihan berakhir, periksalah jawaban dengan melihat kunci jawaban.
  2. Ulangi Latihan
    Jika pada latihan pertama anda melewatkan banyak pertanyaan, atau tidak mampu merekam informasi yang cukup, kerjakan latihan sekali lagi. Mulailah dari awal, dan jangan menghentikan rekaman sebelum latihan berakhir. Lalu periksa jawaban sekali lagi, kali ini dengan melihat penjelasan atau pembahasan jawaban. Cara ini akan mengasah kemampuan mendengarkan (listening-comprehension skill).
  3. Perhatikan informasi rinci
    Saat mendengarkan pembicara, berikan perhatian khusus pada contoh-contoh, diagram, atau grafik yang ada di layar (untuk Computer-Based TOEFL) serta nama-nama spesifik, tempat, dan tanggal yang disebutkan sang pembicara. Seringkali muncul pertanyaan-pertanyaan tentang hal-hal itu.
  4. Pahami hubungan antara para pembicara
    Jika ada lebih dari satu pembicara, pikirkan dan pahami hubungan mereka. Apakah mereka teman kuliah (college friends), teman sekamar (roommates), teman sekelas (classmates), atau dosen (lecturer) dengan mahasiswa? Apakah mereka mahasiswa dengan pegawai/staf administratif? Dengan memahami hubungan mereka, pembicaraan mereka akan menjadi lebih mudah untuk dipahami.
  5. Bacalah pilihan jawaban secara sepintas lalu (teknik skimming)
    Meskipun TOEFL Listening section dirancang untuk menguji kecakapan mendengarkan (Listening) dan memahami bahasa Inggris lisan, secara tidak langsung tes ini juga menguji kemampuan membaca (Reading) karena peserta TOEFL harus membaca pilihan jawaban. Waktu yang sangat singkat dan terbatas mengharuskan peserta TOEFL mampu membaca secara cepat. Salah satu teknik membaca cepat adalah skimming. Dalam teknik ini, peserta TOEFL melihat semua pilihan jawaban secara sepintas, tapi bukan membaca setiap baris secara perlahan. Cobalah berlatih dengan melihat pilihan jawaban dari atas ke bawah secara sepintas lalu, tanpa harus membaca maupun mencoba memahami setiap kalimat secara seksama. Lakukan hal berikut ini:
    1. Carilah kata dan frase yang hampir sama dalam dua atau lebih pilihan jawaban. Kata-kata atau frase yang serupa tersebut dapat memberikan petunjuk tentang topik dan dapat membantu peserta dalam memahami suatu informasi yang didengar secara terperinci.
    2. Jangan memilih suatu jawaban hanya karena tampak sama atau terdengar sama dengan kata-kata yang terdengar. Kata-kata dengan bunyi yang hampir sama bisa memiliki makna berbeda, dan berfungsi sebagai "jebakan" dalam TOEFL.
  6. Lihatlah pilihan jawaban secara sekilas terlebih dahulu (khusus Paper-Based TOEFL)
    Prosedur standar dalam mengerjakan TOEFL adalah mendengarkan lalu membaca pilihan jawaban dalam naskah soal. Akan tetapi, dalam prakteknya, melihat pilihan jawaban secara sepintas sebelum mendengarkan pembicara dalam rekaman seringkali merupakan teknik yang sangat membantu memahami apa yang akan dibicarakan. Dengan melihat pilihan jawaban secara sekilas, peserta TOEFL seringkali mendapatkan petunjuk tentang topik umum yang akan dibicarakan, baik itu berupa percakapan, pembahasan, maupun pertanyaan.
  7. Baca pilihan jawaban dengan teliti saat mendengarkan rekaman (khusus Paper-Based TOEFL)
    Saat mendengarkan pembicara, melihat pilihan jawaban secara teliti seringkali dapat membantu peserta TOEFL dalam memahami informasi-informasi rinci yang sedang dibicarakan. Cobalah mencocokkan beberapa kata yang didengar dengan kata-kata yang ada dalam pilihan jawaban. Dengan teknik mengamati pilihan jawaban, peserta TOEFL biasanya dapat menebak pertanyaan yang akan diberikan. Meskipun begitu, tetaplah ingat bahwa pilihan jawaban kadang-kadang seperti serupa dan seringkali membingungkan. Dan ketika teknik ini ternyata tetap tidak bisa memberikan petunjuk, berhentilah membaca dan pusatkan perhatian secara penuh pada rekaman.
Untuk memantapkan persiapan menghadapi tes TOEFL, jangan lupa membaca "Tips Sukses Tes TOEFL" serta "Strategi Mengerjakan Test TOEFL Dengan Mengenali Testing Point" di blog ini.
Semoga sukses.

Related Articles:

1 comments: