Sunday, June 26, 2011

Bremi Mini Land - Rekreasi Baru di Lereng Argopuro

Mungkin masih tidak banyak orang yang tahu bahwa di lereng pegunungan Argopuro yang sangat terkenal dengan keangkerannya terdapat sebuah wahana rekreasi baru untuk keluarga, tepatnya di Desa Bremi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Sayapun secara kebetulan mengetahuinya ketika sedang berkunjung ke sana untuk suatu keperluan. Saya sempat merasa kebingungan ketika mencari rumah salah satu teman lama saya. Rupa-rupanya, desa Bremi sudah banyak berubah setelah terakhir kali saya berkunjung kira-kira 5 tahun yang lalu.

Di salah satu tikungan yang saya kenal dengan cukup baik, saya tidak lagi bisa menemukan rumah teman saya. Sebuah kompleks taman bermain bernama "Bermi Mini Land" telah berdiri di sana. Beberapa buah mobil tampak di area parkir, menunjukkan bahwa beberapa orang sedang berkunjung ke tempat itu. Melihat batu peresmian bertanda telapak tangan Bupati Probolinggo, Bermi Mini Land baru diresmikan di bulan Desember 2010. Wajar jika dalam usianya yang masih sekitar 6 bulan, Bermi Mini Land belum banyak didengar orang kecuali penduduk sekitar.

Desa Bremi sendiri sudah tidak asing lagi bagi mereka yang tinggal atau berasal dari Kota/Kabupaten Probolinggo. Populer sebagai daerah penghasil susu sapi dan durian, Desa Bremi Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo terletak di lereng Argopuro kurang lebih 55 km arah tenggara kota Probolinggo, dengan ketinggian sekitar 400 m dari permukaan laut. Dari arah Probolinggo, kita dapat memilih 2 jalur untuk mencapai desa itu. Kita bisa melewati kecamatan Pajarakan lalu ke desa Condong Kecamatan Gading dan kemudian menuju ke Bremi, atau dapat melewati kecamatan Gending, Maron, Condong kemudian ke Bremi.

Kehadiran Bermi Mini Land cukup memberikan angin segar bagi pariwisata Kabupaten Probolinggo, khususnya bagi warga sekitar yang selama ini harus "turun gunung" untuk mencari hiburan atau mengisi liburan keluarga. Dengan tiket Rp. 2000,-/orang, kita sudah bisa menikmati berbagai fasilitas rekreasi di Bermi Mini Land sambil menghirup udara sejuk pegunungan Argopuro. Untuk orang dewasa, tersedia berbagai macam peralatan fitness yang sangat berguna untuk rekreasi sekaligus olah-raga. Ada beberapa wahana yang mengharuskan pengunjung untuk membeli tiket tambahan jika ingin menikmatinya, seperti Flying Fox, dan Kereta Wisata. Bermi Mini Land sedang dalam tahap pengembangan, karena itu bisa dipastikan jumlah wahana yang ada akan bertambah dalam waktu dekat.

Jika anda ingin berkunjung bersama keluarga (mumpung liburan sekolah ), lebih baik anda membawa bekal makan siang karena di sana masih belum ada stan penjual makanan selain snack, pop-mie, serta minuman ringan. Jika ingin membawa oleh-oleh susu sapi segar dan murah, dalam perjalanan pulang silahkan mampir ke Koperasi Unit Desa Kecamatan Krucil setelah pukul 3 sore karena saat itulah para peternak sapi perah menyetorkan hasil susu mereka. Buah durian untuk oleh-oleh juga bisa anda dapatkan di beberapa penjual di beberapa titik di tengah-tengah perjalanan. Selamat berlibur bersama keluarga.




Thursday, June 16, 2011

Tari Tepuk - A New Dance for Kids in Preschools & Kindergartens

Many people may not have heard about Tari Tepuk or Clap Dance for kids. The dance, which is specially intended to be performed by kids in preschools and kindergartens, was created in March 2009. However, most kindergartens and preschools in Probolinggo have introduced and taught this dance to their students.

Having simple moves and approximately 5-8 minutes' duration, the dance can be easily performed by kids aged about 5 years. As the name suggests, Tari Tepuk mainly consists of hand-claps, which is one of the most frequent and the most preferred activities among kids. This dance was created to help TK (Kindergartens) and RA (Preschools) train and develop children's motor skills, both gross and fine motor skills. The creators believe that this dance can help balance children's right and left brain abilities.



http://www.youtube.com/watch?v=tM_hSNqeDcM


Tari Tepuk was introduced for the first time in public during the celebration of National Kids' Day in Kraksaan park (Alun-alun Kraksaan), Probolinggo, on Monday 15 June 2009. There were as many as 783 kindergarten and preschool children from Probolinggo regency performing the new dance.

Sugeng Suprisayoga from Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, who is also one of the creators of Tari Tepuk, stated that Tari Tepuk was born in March 2009 from the brilliant ideas of Probolinggo artists and Bina Tari Bayu Kencana Kota Probolinggo led by Peny Priyono.

For the background music, Tari Tepuk uses traditional musical instruments which are very popular in Probolinggo such as hadrah, glipang and the gamelans. There is no specific costume associated with Tari Tepuk, allowing a wide area of creativity in designing the dancers' costumes for schools to explore.

The above video was taken during the farewell party in PAUD (preschool) Tunas Mulia, Perum Probolinggo Indah/Asabri, Probolinggo yesterday (Wednesday, 15 June 2011).  In the video, my beloved 4.5-year-old daughter, Jauzaa Alya Neuvarialda, who will be entering kindergarten soon, was dancing in the front row. She is the tallest and, I think, the most active of the four young dancers. In my opinion, she's probably the most beautiful.

Tuesday, June 7, 2011

Tipu Daya Setan Dalam Ibadah: Waspadalah!

Seringkali kita merasa malas ketika akan beribadah, seperti shalat, lalu menunda-nunda ibadah kita hingga menjelang akhir waktu shalat, padahal kita sedang tidak melakukan kesibukan apa-apa. Atau meskipun kita shalat, kita tergesa-gesa dan merasa tidak perlu berlama-lama dalam mengerjakannya. Seringkali juga, kita mampu menghindarkan diri dari kedua hal di atas, dengan cara shalat tepat pada waktunya tanpa tergesa-gesa, kemudian kita tiba-tiba merasa kagum (ujub) terhadap ibadah kita atau kita sendiri. Bahkan mungkin kita akan terjebak dalam perbuatan riya'. Saat itulah kita harus segera waspada dan mawas diri, karena itulah langkah-langkah setan yang telah terbukti sangat ampuh dalam memperdaya dan menjerumuskan manusia dalam hal ibadah.

Dalam bukunya "Minhaj al-'Arifin", Imam Al-Ghazali merinci langkah-langkah setan dalam memperdaya manusia menyangkut ibadah menjadi 7 (tujuh), yaitu:
  1. Mencegah perbuatan taat. Ini adalah godaan tingkat terendah, di mana setan akan berusaha mencegah perbuatan taat kita. Jika iman kita masih tipis, dengan langkah pertama ini saja kita akan jatuh ke dalam ajakan setan untuk meninggalkan ibadah kita. Karena itu, kita harus selalu ingat bahwa kita diciptakan Allah hanyalah untuk beribadah dan taat kepadaNya.
    Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz-Dzaariyaat:56)
  2. Menunda perbuatan taat. Inilah yang akan dikerjakan setan jika kita masih selamat dari godaan pertama. Setan akan berusaha membuat kita menunda perbuatan tersebut, hingga kita lupa atau waktu kita habis dan kita tidak juga melaksanakan ibadah tersebut. Ini sering kita alami saat tiba waktu shalat. Karena itu, marilah kita selalu berusaha shalat tepat pada waktunya.
  3. Ketergesaan dalam perbuatan taat. Setelah gagal mencoba membuat kita menunda ibadah kepada Allah, karena kita ternyata mampu melaksanakan ibadah tersebut, maka setan akan berusaha membuat kita tergesa-gesa dalam menyelesaikan ibadah. Setan akan membisikkan bahwa kita tidak perlu berlama-lama dalam beribadah. Hasilnya adalah ibadah yang kurang sempurna, misal shalat yang tidak tuma'ninah. Kita harus berusaha untuk selalu menyempurnakan shalat kita dengan tuma'ninah, karena tuma'ninah adalah syarat shalat yang khusyuk. Jika kita melakukannya dengan penuh ketenangan, maka pikiran akan lebih terkonsentrasi, tindakan kita akan diringi dengan kesadaran tinggi, dan kita bisa berlatih mengendalikan pikiran dan emosi kita.
  4. Menyempurnakan perbuatan riya'. Jika target masih lolos dari perangkap-perangkap di atas, setan akan menggodanya dengan bisikan agar orang tersebut jatuh ke dalam perbuatan riya'. Korban akan merasa senang jika kualitas ibadahnya membuat orang kagum akan dirinya. Kita harus selalu waspada terhadap perbuatan riya' serta bibit-bibit riya' yang tersembunyi dalam jiwa kita. Salah satu dari ciri-ciri perbuatan riya' adalah merasa malas beribadah jika sedang sendirian dan merasa giat beribadah jika berada di kumpulan orang, dengan harapan agar orang melihat ketaatannya dalam beribadah. Marilah kita segera beristighfar jika kita menyadari ada bisikan-bisikan yang mengarah ke sana agar tidak terjerumus lebih jauh lagi ke dalam perbuatan riya'.
    "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan  barang berguna." (Al-Maa'uun: 4-7)
  5. Merasa kagum (ujub) terhadap perbuatannya. Jika ternyata Allah swt masih menjaga target dari riya', setan akan memasukkan rasa kagum (ujub) terhadap perbuatannya. Ujub adalah mengagumi diri sendiri, yaitu ketika kita merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Imam Al Ghozali menuturkan, "Perasaan 'ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah." Perasaan ujub sangat berbahaya karena bisa mendatangkan kemurkaan Allah dan bisa bermuara pada sifat ghurur (terperdaya), takabur, dan memandang remeh orang lain. Untuk menghindari perasaan ujub, kita harus selalu ingat akan hakikat diri dan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Kita harus selalu bermuhasabah (introspeksi diri) dan selalu memohon pertolongan Allah.
    "Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." (Al-Israa': 37)
    "Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri". (An-Naml: 31)
  6. Merasa ingin menjadi terkenal. Jika ternyata target masih lolos dan Allah masih memberinya ketaatan, maka setan akan menggodanya dengan bisikan agar orang tersebut berusaha keras secara diam-diam (al-sir) sambil berkata padanya, "Sesungguhnya Allah akan membuatmu terkenal." Maksud setan adalah agar korban terjerumus ke dalam perbuatan riya'. Nauzubillah.
  7. Merasa tidak lagi membutuhkan perbuatan taat. Apabila ternyata si mangsa masih selamat dari godaan setan dengan cara mencukupkan diri dengan ilmu yang dikaruniakan Allah kepadanya, maka setan akan melancarkan strategi berikutnya. Setan akan berkata kepadanya, "Sesungguhnya kamu tidak lagi membutuhkan perbuatan taat, karena kamu telah diciptakan Allah sebagai orang yang akan memperoleh kebahagiaan. Kamu tidak lagi membutuhkan perbuatan itu dan seandainya kamu tinggalkan kamu tidak akan rugi." Apabila Allah masih menyelamatkannya dari godaan ini, Allah akan mengilhamkan ungkapan berikut kepadanya, "Aku adalah hamba. Kewajiban seorang hamba adalah mentaati segala perintah Tuannya. Sebagai Tuan, Dia akan berbuat apa yang Dia sukai, dan menghukum sesuai yang Dia kehendaki." Dengan taufikNya, dia akan selamat dari godaan setan. Bila tidak, niscaya dia akan celaka.
Hendaknya kita selalu bersikap waspada terhadap jiwa. Jiwa bisa menjadi musuh yang sangat berbahaya, karena datang dari dalam diri manusia dan seringkali tanpa kita sadari. Seseorang tidak akan mampu menundukkan jiwa dan mematikan hawa nafsunya, kecuali melalui tiga cara:
  1. Menahan syahwatnya
  2. Memberati jiwanya dengan banyak melakukan ibadah
  3. Selalu memohon pertolongan Allah dan bersikap tadharru' (bersimpuh) kepadaNya.
Semoga kita semua senantiasa mendapat pertolongan Allah swt dan dijauhkan dari keburukan-keburukan jiwa kita sendiri. Amin.
"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu  kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (Asy syams: 8-10)